Rabu, 25 Juni 2008

IDE

Kendaraan Berbahan Bakar Air

Konsep dasar yang akan saya publikasikan umumnya merupakan untuk rencana pengembangan saja pada awalnya. Kendaraan yang saya akan gunakan untuk ini adalah pada motor bebek dan bisa juga bajaj atau vespa. Dengan cataan hanya masih ide yang perlu dikembangkan. Emang ada motor berbahan bakar air biasa ntu? Secara nyata memang tidak ada untuk saat ini . Berbagai kendaraan yang telah dipercanggih sekarang seperti dengan menggunakan listrik pun juga baik tetapi memiliki kendala yang tinggi untuk pengisian , maklum diindonesia juga belum ada port pengisian energi untuk mobil bertenaga listrik diinggris dan dinegara eropa lainnya.

Latar Belakang

Ide ini saya dapat karena karena melihat perkembangan ekonomi khususnya negara kita indonesia yang sedang dilanda oleh krisis BBM. Disamping mahal dan naik serta langka, tentu setiap orang untuk mencari dan berinovasi untuk mencari alternatif lain demi penghematan.. Contohnya saja udah banyak yang kita liat diantaranya kompor dengan bahan bakar biji buah jarak. Saya perhatikan kenapa kita tidak menggunakan batu bara saja?. Untuk ditempat saya (Balikpapan) membeli bensin dipom sekarang terlalu lama mengantri karena akibat kelangkaan. Tentunya juga persediaan SDA kemungkinan akan menipis. Untuk penipisan SDA kita harus pandai-pandai mencari alternatif, selain untuk penghematan juga untuk membantu publik ramai.

Ide ini saya dapat ketika saya ingin pulang kerumah seusai dari kampus dan terus langsung mengisi bahan bakar dan melihat sekeliling kota tempat saya dilahirkan. Macetnya jalanan saat lampu merah dan melihat banyaknya kendaraan bermotor. Tak terpikirkan langsung muncul ide itu. ”Coba ada kendaraan pakai bahan bakar air ! tentu tak susah-susah untuk ngantri berlama-lama...!”. Dan akhirnya saya punya rencana dari judul tersebut dengan menggunakan prinsip kinerja motor.

Kalau menggunakan energi listrik seperti sepeda motor berenergi listrik yang beredar tentu juga akan menyedot energi dan biaya listik yang besar.

Daripada kita ntar menggunakan kendaraan bertenaga bateraikan listrik harganya masih jauh mahal, informasi yang saya dengan ditelevisi sih harganya perbuah sih $25.000 dan hanya untuk satu orang aja, jadi ga bisa berdua. Terus diindonesia belum ada port listrik pengisian energi listrik ditempat umum untuk mengisi kembali kembali energi baterai. Juga memerlukan dana yang besarkan untuk penyediaan port semacam itu.

Kinerja dan peralatan yang akan digunakan

Prinsip kerja ide saya sama dengan mesin kendaraan bermotor. Dengan batu bara atau dengan elemen pemanas kita pun sudah dapat berkeliling. Yang disediakan awalnya menggunakan wadah/ elemen untuk memanaskan air /pembakaran. Jadi kita gunakan batu bara atau teknologi yang lebih canggih lagi agar pemanasan maksimal dan air dapat menghasilkan uap. Ya yang saya harapkan berbentuk pemanasan laser atau perangkat elektronik. Untuk itu memanaskannya kita gunakan baterai kering atau aki yang bertenaga besar, ukurannya kecil tapi bisa sampai bervoltase listrik rumah atau kita bisa menggunakan aki yang digunakan mobil bertenaga baterai yang berasal dari inggris. Dan diusahakan dapat menjaga panas elemen tetap maksimal kondisi pemanasan. Untuk menggunakan batu bara, awalnya kita gunakan aki atau baterai yang dapat menghasilkan energi panas, ya bisa kita pasang elemen pemanas yang panasnya dapat segera memanasakan batu bara tersebut. Dan juga disamping itu kita pasang alat kipas pemutar yang pada saat kendaraan jalan, otomatis yang akan menjaga suhu kalor batu bara. Untuk menjalankan kipas kita gunakan energi gerak sepeda menjadi energi listrik, biasa seperti dinamo pada sepeda ontel untuk menyalakan lampu pada malam hari. Tentunya akan dipengaruhi oleh cepat lambatnya kendaraan. Semakin cepat kendaraan berjalan, maka kipas akan berputar cepat pula.

Lebih Bagus lagi kalau tempat pemanasan batu bara tersebut kita buatkan tempat atau wadah yang diwadah tersebut kita buatkan corong pembuangan atau yang kita sebut knalpot। Fungsinya agar asap dari batu bara dapat keluar dan panasnya berlebihan dapat dimanfaatkan lagi untuk diubah menjadi energi listrik tentunya. Untuk itu elemen pengubah tersebut itu agar mendapatkan kinerja panas yang penuh diletakan diseluruh kotak tersebut.

Untuk diatasnya dari pemanas atau pembakaran kita gunakan tabung untuk menyimpan dan memanaskan air. Tabung digunakan sebagai tempat pembakaran, pemanasan, pengganti tangki bisa juga. Kalau jadi satu dengan tangki dibuat penutup yang dapat menghalangi kebocoran udara, jadi serapat mungkin agar udara tidak keluar. Mengontrol volume maksimal air dalam ruang atau tabung bakar perlu agar tidak menghambat kerja roda ditabung dan silinder. Untuk menggunakan tangki dengan yang terpisah dari ruang bakar tentu harus dibarengi dengan klep yang dapat berfungsi Output saja dan dapat menahan tinggi kompresi dari tabung bakar.

Tabungnya tentu tidak sembarangan dong. Kita gunakan tabung yang mempunyai bahan dasar yang dapat melipat gandakan energi kalor. Jenis bahan dasarnya saya kurang tahu. Tapi diharapkan ada tabung semacam itu. Dan juga tabung tersebut tidak cepat rusak akibat pemanasan yang tinggi. Kerapatan molekul bahan dasarnya pun dapat mempengaruhi tinggi kompresi atau tekanan dari uap perebusan air. Konsep kerja tabung sama dengan merebus air atau memasak dengan presto.

Didalam tabung kita pasang seperti silinder untuk mendorong dan menggerakan roda tentunya. Silinder harus rapat seteliti mungkin menggunakan dengan tabung agar tidak ada uap yang los diatas kepala silinder. Dan aliran udara atau uap yang nantinya menempel pada dinding tempat silinder tidak terikut saat posisi down।


Dan tentunya kita pasang juga corong kecil untuk sebagai pembuangan uap. Tentunya saat pembuangan akan terhembus keras dibarengi gerak piston dan putaran radian roda mesin. Mungkin konsep knalpot untuk kendaraan ini bisa diterapkan disini. Yang penting tidak tersumbat demi kelancaran. Penyaring pun juga perlu untuk menyaring kotoran. Kalo sudah ruang piston kotor maka akan menghambat kelancaran mekanisme piston toh... dan merusak ring piston juga nantinya. Jadi diusahakan dibuat penyaringan knalpot yang sebaik mungkin dan tidak menggangu kompresi atau tekanan uap pada saat pembuangan. Style atau gaya bisa dimodifikasi sendiri neh bentuk knalpotnya sesuai dengan yang mau diinginkan aja.

Dipangkal dari piston kita buat bentuk bundar untuk pemutaran dari kompresi dan mempunyai beban disisinya. Fungsinya untuk memutar dan memperoleh tenaga untuk menggerakan roda dari perputaran lingkaran dari silinder.

Untuk menggerakan roda/ lingkaran dalam tabung kita gunakan lengan atau tuas. Diluar tabung kita pasang seperti tuas untuk memasang gear yang akan terhubungkan pada roda kendaraan sehingga akan bergerak dan menjalankan kendaraan. As pada roda radian terhubung dengan gear kecil pada mesin.

Kelistrikan kita dapat mengubah dari panas pemanasan tabung menjadi energi listrik seperti pembangkit listrik tenaga uap, tetapi ukuranya mini dan sesuai mungkin dengan kendaraan demi kenyamanan pengendara juga. Agar kita dapat menggunakan lampu dan shein reting. Mungkin juga bisa manfaat energi dari gerak roda kendaraan yang berputar (kayak sepeda ontel juga). Dengan menggunakan dinamo yang dapat melipat gandakan energi gerak menjadi energi listrik akan menghasilkan penerangan jalan yang terang untuk lampu. Jadi sedikit gerak energi yang dihasilkan dari gerak roda tersebut ya tentu besar.

Cara kerjanya :

Untuk dimesin seperti sistem kempat hidrolik jadi tekanan yang dibutuhkan untuk menggerakan roda. Awalnya pemanasan maksimal menghasilkan uap yang akan mendorong piston begerak maju. Roda penggerak (sebut aja Roda radian) bergerak jika sudah sampai batas ayun, lengan piston pun udah mentok, sama juga dengan piston udah mentok dikepala ruang maka uap akan keluar dari knalpot. Otomatis pada roda radian yang salah satu sudut atau sisinya yang tidak seimbang alias berat akan langsung bergerak menuju ke semula posisinya dan hal ini terjadi secara terus-menerus. Efek perputaran ini otomatis as yang terhubung dengan roda radian akan berputar juga dong. Disini lah yang akan menggerakan roda, sehingga kita bisa jalan tentunya. Tinggal injek persnaling (gigi transmisi) dah jalan sih. Tapi lebih bagus ya kalo kita gunain sistem transmisi yang automatic aja. Jadi biar nyantai.

Sistem kelistrikan seperti yang tadi sudah saya katakan kita bisa memanfaatkan semua energi yang dihasilkan dari kendaraan ini. Diroda depan kita pasang dinamo untuk menyalakan lampu dan reting. Aki sebaiknya kita gunakan yang kering dan bisa diisi ulang lagi. Maksudnya sambil jalan kita bisa mengisi (Charging) aki tersebut. Jadi tak perlu melepas dan mencabut dan mengecas, ya paling tidak pengecekan dan pembersihan aja. Dinamo dipasang pada roda depan dan belakang.

Atau bisa juga kita pakai lampu dan reting dengan aki agar tidak terganggu। Dan juga sambil dipakai bisa langsung dicharge dengan menggunakan dinamo. Jadi mana baiknya aja.

Bentuk body dan rangka.

Mungkin menurut saya yang paling baik untuk jenis kendaraan bermotor jenis matic dah karena emang cocok dan sesuai dari segi rangka। Didaerah bawah tangki untuk penempatan mesin pembakaran. Tapi yang saya bingungkan neh tentang bagaimana cara yang baik untuk posisi mesin, apa seperti motor berangka kalajengking (harley maupun moge) atau jenis motor bebek (supra shogun atau sejenisnyalah). Agar tenaga dorongan dapat maksimal.


Apalagi kalu Bajaj, lebih baik kalau ketimbang yang lain karena datar dan sesuai dengan ukuran body...Tetapi yang menjadi kendala adalah apakah mungkin bisa naik gunung yang curanm dan saya meragukan tentang tenaganya dari mesin ini.

2 komentar:

rusnan mengatakan...

wah asik ni ada teman sharing . gw suka utak gw udah buat sepeda uap. see my page http://www.youtube.com/watch?v=km7ZV__d85I dan ada satu lg dng prinsip krja yg sam dengan bahan bakar tekanan refrigran . udh di coba tenaga nya dahsat , ada kendala ....... to be continued rusnanerces@yahoo.com

rusnan mengatakan...

http://www.youtube.com/rusnanerces